Pengertian Etika
Secara etimologis, berasal dari bahasa Yunani ethos (adat, kebiasaan, watak) dan ethikos (susila/baik).
Secara terminologis, etika adalah ilmu tentang baik dan buruk, hak dan kewajiban moral, serta aturan hidup manusia.
Etika terbagi menjadi:
- Etika deskriptif → menggambarkan perilaku moral apa adanya.
- Etika normatif → menilai benar-salah, baik-buruk, dan merumuskan norma yang harus diikuti.
Fungsi dan Manfaat Etika
- Memberi pedoman dalam pengambilan keputusan moral.
- Membantu memahami benar-salah dan akibatnya.
- Melatih sikap kritis dan mempertahankan nilai hidup.
- Membentuk karakter (jujur, adil, manusiawi).
- Membantu membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat.
Pengertian Etiket
Berasal dari bahasa Prancis étiquette (tata krama/sopan santun). Menyangkut cara/tata acara berperilaku agar hubungan sosial berjalan baik. Lebih ke aturan sopan santun dalam pergaulan (cara makan, berpakaian, berbicara, dll).
Perbedaan Etika dan Etiket (menurut K. Bertens)
Etika → menyangkut norma moral, benar-salah, baik-buruk.
Etiket → menyangkut tata cara sopan santun, pantas/tidak pantas.
Contoh:
Etika: Jangan mencuri.
Etiket: memberi sesuatu dengan tangan kanan, bukan tangan kiri.
Contoh Penerapan Etiket
Etiket makan → tidak bicara dengan mulut penuh, minimalkan pakai HP saat makan.
Etiket berpakaian → tidak terlalu mencolok di acara formal, tidak terlalu terbuka di publik.
Etiket bisnis → sopan saat bertukar kartu nama, tidak agresif/terlalu santai.
Etiket sosial → berbicara sopan, memberi salam, membantu orang tua menyebrang.
Etiket telepon → jawab dengan sopan, tidak memotong pembicaraan.
Etiket e-mail → pakai bahasa yang jelas dan sopan.
Etiket transportasi → taat lalu lintas, beri kursi prioritas di kendaraan umum.
Etika dalam Kehidupan Sehari-hari
Etika profesional → menjaga privasi dan kepercayaan klien, bertanggung jawab, jujur, adil.
Etika komunikasi → mendengarkan dengan baik, menghormati pendapat, hindari bahasa kasar, jaga rahasia pribadi, tidak menyebarkan hoaks.
Etika sosial → buang sampah pada tempatnya, saling menghormati dalam interaksi sosial.
Etika dan Literasi Digital
1. Etika Berkomunikasi di Era Digital
Komunikasi digital harus dilakukan dengan etika: hindari hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi. Gunakan bahasa yang sopan, jujur, dan sesuai norma sosial. Etika komunikasi menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.
2. Etika Warga Internet
Pengguna internet harus sadar akan hak dan kewajiban digital. Hindari menyebarkan informasi palsu, menghormati privasi, dan tidak melakukan perundungan digital. Kampanye seperti “Stop Cyberbullying” dan “Saya Indonesia, Saya Pancasila” menekankan pentingnya etika dan kebhinekaan di ruang digital.
3. Cara Menjaga Etika Digital Infografik menyarankan:
- Menghargai privasi orang lain
- Tidak menyebarkan hoaks
- Tidak asal membagikan konten
- Tidak melakukan perundungan digital
- Berani melaporkan konten negatif
- Perkembangan Teknologi Digital
- Fase Era Digital:
- Pre-digital: Transisi dari analog ke digital (komputer, disket).
- Mid-digital: Internet, media sosial, perangkat mobile mulai digunakan luas.
- Post-digital: Teknologi seperti AI, IoT, dan big data menjadi bagian hidup sehari-hari.
Literasi Digital
1. Digital Skills
Kemampuan dasar: literasi media, komunikasi & kolaborasi, pembuatan konten, keamanan digital, dan pemecahan masalah. Pengguna harus bisa mengakses, mengevaluasi, dan mengelola informasi secara bijak.
2. Digital Ethics
Kesadaran akan dampak sosial teknologi. Kemampuan membuat keputusan etis dalam penggunaan digital.
Etika dalam Bisnis Online
Prinsip-prinsip utama:
- Kejujuran: Produk harus sesuai dengan deskripsi.
- Keterbukaan: Informasi harus bisa dibuktikan.
- Tanggung Jawab: Memberikan jaminan dan solusi jika produk bermasalah.
- Disiplin: Patuh terhadap aturan marketplace dan e-commerce.
- Berbagi Informasi Pribadi : Informasi pribadi boleh dibagikan secara wajar untuk membangun kedekatan, tapi tetap harus hati-hati dan tidak berlebihan.
Etika Warganet & Jenis Pengguna Media Sosial
1. Netiquette (Netiket)
2. Jenis Warganet Berdasarkan Karakteristik
3. Jenis Warganet Berdasarkan Kepribadian
Etika & Keamanan dalam Bisnis Online
- Kejujuran: Produk harus sesuai deskripsi.
- Keterbukaan: Informasi harus bisa dibuktikan.
- Tanggung Jawab: Berikan jaminan dan solusi jika produk bermasalah.
- Disiplin: Patuh pada aturan marketplace dan e-commerce.
- Gunakan perangkat yang aman dan hindari Wi-Fi publik.
- Pakai password kuat dan ubah secara berkala.
- Jangan gunakan media digital untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.
- Berikan ulasan yang sopan dan membangun.
- Konsumen berhak mendapatkan produk sesuai harapan.
- Jika tidak sesuai, bisa ditukar atau dikembalikan.
- Konsumen juga punya hak untuk menyampaikan keluhan dan meminta pengembalian dana.
- Masalah: Barang tidak dikirim setelah pembayaran.
- Solusi: Laporkan ke pihak berwenang, hubungi bank, cari testimoni sebelum membeli, dan hindari transaksi tanpa bukti.
Etika Warga Internet & Netiket
1. Netiket (Etika Berinternet)
2. Aturan Inti Netiket
Jenis Perilaku & Kepribadian Netizen
Keamanan & Privasi Digital
- Jangan bagikan data pribadi (alamat, email, nomor HP) ke orang asing.
- Hindari akses e-commerce lewat Wi-Fi publik.
- Gunakan password kuat dan ubah secara berkala.
- Berhati-hati saat memposting agar tidak memicu konflik atau emosi negatif.
Etika & Hukum dalam Aktivitas Digital
1. UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik)
2. Jenis Pelanggaran & Sanksi
Etika Bisnis Online & Konsumen
- Kejujuran: Produk harus sesuai deskripsi.
- Keterbukaan: Informasi harus bisa dibuktikan.
- Tanggung jawab: Beri jaminan dan solusi jika produk bermasalah.
- Disiplin: Patuh pada aturan marketplace.
- Konsumen berhak atas produk sesuai harapan dan bisa mengembalikan jika tidak sesuai.






0 Komentar