Memahami Konsep dan Jenis Produk dalam Pemasaran

Memahami Konsep dan Jenis Produk dalam Pemasaran


Dalam dunia pemasaran, produk adalah elemen yang sangat penting. Mengetahui dan memahami konsep produk dapat membantu pelaku bisnis dalam menciptakan strategi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran. Artikel ini akan membahas pengertian produk, jenis-jenis produk, serta tingkatan produk secara mendalam.



Apa Itu Produk?


Secara umum, produk adalah barang atau jasa yang dibuat dan diberi nilai tambah dalam proses produksi. Produk menjadi hasil dari proses tersebut dan siap untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Konsep produk dapat dibagi menjadi dua:


1. Konsep Produk:
Filosofi pemasaran yang menekankan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur terbaik.

   
2. Konsep Merek (Brand Concept): Gagasan umum dan makna abstrak di balik sebuah merek. Konsep ini memberikan esensi, karakter dasar, dan konsistensi pada sebuah merek serta mengelola identitas yang khas di pasar dan benak konsumen.


 Jenis-Jenis Produk


1. Produk Konsumsi (Consumer Goods)



  Produk konsumsi adalah barang yang digunakan oleh konsumen akhir. Berikut adalah klasifikasinya:

   

  • Produk Kebutuhan Sehari-Hari (Convenience Goods): Produk yang dibeli secara rutin dan sering, tidak memerlukan banyak usaha dalam pembelian. Contoh: makanan, minuman, sabun, sampo.
  • Produk Belanjaan (Shopping Goods): Produk yang dipilih dengan membandingkan beberapa aspek seperti kualitas, harga, dan model. Contoh: AC, tas, HP, sepatu.
  • Produk Khusus (Specialty Goods): Produk dengan karakteristik khusus, biasanya diasosiasikan dengan kemewahan atau eksklusivitas. Contoh: perhiasan, mobil, motor.
  • Produk yang Tidak Dicari (Unsought Goods): Produk yang tidak banyak diketahui atau tidak secara aktif dicari oleh konsumen. Contoh: asuransi.


2. Produk Industri (Industrial Goods)



   Produk industri adalah barang yang dibeli oleh produsen untuk digunakan dalam produksi barang lain atau operasional bisnis. Klasifikasinya meliputi:

  • Bahan Baku atau Suku Cadang (Material and Part): Produk yang digunakan untuk diolah menjadi produk baru. Contoh: kayu, batu, besi.
  • Barang Modal (Capital Item): Produk yang membantu dalam proses produksi atau pengelolaan bisnis dan memiliki masa pakai lama. Contoh: mesin, traktor, bangunan kantor, laptop.
  • Perlengkapan dan Layanan Bisnis (Supplies and Service): Produk dan layanan yang mendukung operasional bisnis dan juga memiliki masa pakai lama. Contoh: alat tulis kantor, oli, bahan bakar mesin.


3. Produk Berdasarkan Wujudnya

PRODUK JASA


  Berdasarkan wujudnya, produk dapat dikategorikan menjadi dua jenis:

  • Produk Barang (Goods): Produk yang memiliki bentuk fisik sehingga bisa dilihat, disentuh, diraba, dan dipindahkan serta memiliki perlakuan fisik lainnya. Contoh: produk minuman, makanan, aksesoris.
  • Produk Jasa (Services): Produk berupa layanan yang mampu memberikan manfaat dan kepuasan kepada para pelanggannya. Contoh: jasa penginapan, jasa konsultasi.


4. Produk Berdasarkan Daya Tahannya



 Berdasarkan daya tahannya, produk terbagi menjadi dua jenis:

  • Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods): Produk yang memiliki bentuk fisik dan akan habis apabila dikonsumsi atau digunakan beberapa kali. Contoh: pasta gigi, sabun mandi, parfum, minyak rambut.
  • Barang Tahan Lama (Durable Goods): Produk yang memiliki bentuk fisik dan bisa digunakan berulang kali. Contoh: laptop, smartphone, lemari, kulkas, meja, bangku, televisi.


5. Tingkatan Produk

   Tingkatan produk merupakan cara yang digunakan produsen untuk mengklasifikasi produk berdasarkan manfaat atau kegunaannya sehingga dapat diketahui sasaran konsumennya. Berikut penjelasan mengenai tingkatan tersebut:

  • Produk Utama (Core Benefit): Produk yang mempunyai manfaat paling mendasar dari sebuah produk. Dengan kata lain, produk core benefit hanya menawarkan manfaat inti, tanpa ada manfaat lainnya. Contoh: handphone yang digunakan untuk berkomunikasi (telepon).
  • Produk Generik (Basic Product): Produk yang memiliki fungsi paling mendasar (rancangan minimal suatu produk agar dapat berfungsi) dan sedikit tambahan manfaat yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Contoh: handphone yang kemudian bisa digunakan untuk berkirim pesan.
  • Produk Harapan (Expected Product): Produk yang ditawarkan dengan berbagai macam atribut sehingga sesuai dengan ekspektasi konsumen. Perkiraan terkait ekspektasi tersebut diperoleh melalui berbagai pengamatan, misalnya pendapatan dan usia konsumen.
  • Produk Pelengkap (Augmented Product): Produk tambahan yang berfungsi untuk mendukung core benefit dan basic product agar memiliki nilai lebih dibandingkan produk pesaing. Contoh: handphone dengan fitur kamera berkualitas tinggi.



Memahami konsep dan jenis-jenis produk sangat penting dalam dunia pemasaran. Hal ini membantu pelaku bisnis untuk menciptakan strategi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai keunggulan kompetitif di pasar. Dengan mengetahui berbagai klasifikasi dan tingkatan produk, bisnis dapat lebih mudah menargetkan konsumen yang tepat dan meningkatkan kepuasan pelanggan.


Posting Komentar

0 Komentar